Prodi Akuntansi (S1) Akreditasi B

Profil lulusan Prodi Akuntansi STIE Triatma Mulya ada dua, yakni menjadi akuntan profesional baik dalam perusahaan swasta maupun negeri serta menjadi konsultan keuangan, auditor,  dan  konsultan pajak. Kompetensi di bidang ilmu akuntansi sangat di butuhkan untuk menjadi profesional sebagai akuntan, konsultan keuangan, auditor, dan konsultan pajak. Menjadi akuntan yang profesional sebagaimana yang diharapkan, maka kompetensi utama, kompetensi pendukung dan kompetensi lain yang harus dimiliki oleh lulusan STIE Triatma Mulya serta harus merujuk pada keluaran / hasil lulusan yang diharapkan. Seorang akuntan yang profesional harus memiliki kemampuan dan handal dalam bidang ekonomi, akuntansi, keuangan, perpajakan, risk manajemen dan kompetensi tambahan dalam mengelola bisnis serta berjiwa entrepreneurship.

Berpijak dari hasil workshop kurikulum tersebut maka disusun struktur kurikulum dengan penjabaran mata kuliah mengikuti mapping kurikulum Prodi Akuntansi dibawah ini.

 

Ketentuan Umum Kurikulum Prodi Akuntansi

Dalam implementasi kurikulum Prodi Akuntansi dilaksanakan mengikuti beberapa ketentuan DIKTI yang dijabarkan sebagai berikut  :

  1. Jumlah maksimum SKS per semester 20 SKS.
  2. Jumlah minimum SKS per mata kuliah 2 SKS.
  3. Jumlah maksimum SKS per mata kuliah 6 SKS.
  4. Jumlah beban studi minimum program studi S1 144 SKS.
  5. Jumlah beban studi maksimum program studi S1 160 SKS.
  6. Jumlah beban studi yang ditetapkan 144 SKS.
  7. Jumlah semester dalam kurikulum 7 atau 8 semester.
  8. Batasan maksimum (tidak termasuk cuti akademik) 14 semester.
  9. Batasan maksimum cuti akademik 4 semester.

 

Kurikulum  Prodi Akuntansi

Menghasilkan lulusan yang berkualitas, kurikulum merupakan salah satu instrumen penting dalam proses pendidikan. Sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, kurikulum pendidikan tinggi merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan ajar serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan Pendidikan Tinggi. Dengan demikian, tercapai tidaknya tujuan pendidikan akan sangat tergantung dari kurikulum yang diterapkan.

Sejak berdiri STIE Triatma Mulya sudah menerapkan empat kurikulum yaitu Kurikulum 1999, Kurikulum 2007, Kurikulum refisi 2009, serta Kurikulum Berbasis Kompetensi 2011. Terkait perubahan tersebut, pemerintah melalui Peraturan Presiden RI Nomor 8 Tahun 2012 mengeluarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). KKNI adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai bidang sektor. KKNI yang terdiri dari sembilan jenjang memiliki implikasi terhadap kurikulum Perguruan Tinggi, dimana lulusan S1 harus mencapai KKNI level 6 dan jenjang S2 mencapai level 8. Untuk itu sertiap prodi di STIE Triatma Mulya menyesuaikan kurikulumnya dengan KKNI.

 

Kelompok Mata Kuliah Prodi Akuntansi

Dalam kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden RI Nomor 8 Tahun 2012, matakuliah di kelompokkan menjadi  a) landasan kepribadian (MPK) , b) penguasaan ilmu dan keterampilan (MKK) , c) kemampuan berkarya (MKB),  d) sikap dan perilaku dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai (MPB), e) pemahaman kaedah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan dalam berkarya (MBB).

 

Kelompok Mata Kuliah SKS Kur. Inti SKS Kur. Institusi
Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) 7 3
Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK) 18 11
Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB) 47 18
Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB) 6 16
Mata Kuliah Perilaku Berkarya Pilihan ( MPB Pilihan) 3 6
Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) 9
Total SKS (Prosentase) 79 (54,86%)  65 (45,14%)